Ning Ita Dorong Pembiayaan Kreatif untuk Perkuat Kemandirian Daerah
Kota Mojokerto, lintaswarta.com 31 Oktober 2026 – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendorong pemerintah daerah lebih kreatif dalam mencari sumber pendanaan pembangunan untuk memperkuat kemandirian keuangan daerah. Salah satunya dengan memanfaatkan aset milik pemerintah dan menjalin kerja sama dengan pihak swasta.
Hal tersebut disampaikan Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, saat membuka Forum Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Peningkatan Transparansi Pengelolaan Keuangan melalui Digitalisasi dan Creative Financing di Sunrise Hotel Kota Mojokerto, Sabtu (31/10).
Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa hanya mengandalkan anggaran yang tersedia untuk menjalankan pembangunan. Terlebih, dalam dua tahun terakhir, pemerintah daerah menghadapi pengurangan anggaran dari pemerintah pusat sehingga diperlukan cara-cara baru untuk tetap mengoptimalkan pembangunan.
“Daerah harus mampu mewujudkan pemerintahan yang mandiri secara fiskal. Maka upaya yang harus dilakukan adalah kita harus berpikir kreatif, memaksimalkan potensi, merealisasikan hasil dalam creative financing,” tutur Ning Ita.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan aset daerah yang belum digunakan secara maksimal. Lahan maupun bangunan milik pemerintah yang berpotensi disewakan dapat menjadi sumber tambahan pendapatan daerah.
Ning Ita meminta perangkat daerah lebih aktif mempromosikan aset-aset tersebut agar diketahui masyarakat dan pelaku usaha yang membutuhkan tempat untuk mengembangkan usahanya.
“Kalau kita punya aset, tetapi tidak mengiklankan untuk disewakan, publik tidak tahu. Informasi harus kita gencarkan. Ini bagian dari creative financing, memanfaatkan aset-aset milik pemerintah daerah untuk menghasilkan PAD,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot Mojokerto juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Dengan pola ini, pembangunan maupun pemanfaatan aset daerah dapat dilakukan melalui kolaborasi, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
Di samping itu, Pemkot Mojokerto terus memperkuat digitalisasi pengelolaan keuangan daerah. Penerapan SP2D Online dan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi serta memudahkan proses transaksi keuangan di lingkungan pemerintah daerah.
Melalui forum yang diikuti perwakilan 11 pemerintah kabupaten/kota tersebut, Ning Ita berharap terjadi pertukaran pengalaman dan gagasan dalam mengembangkan potensi pendapatan daerah.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk lebih terbuka terhadap inovasi dan membangun kerja sama agar keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang dalam memberikan pelayanan dan melaksanakan pembangunan bagi masyarakat.(Hab)








