Uncategorized

TIM 2 TURBA MWC NU DRIYOREJO GRESIK: MEMPERKUAT SILATURAHMI, KONSOLIDASI ORGANISASI, DAN KHIDMAH KEPADA UMAT

TIM 2 TURBA MWC NU DRIYOREJO GRESIK: MEMPERKUAT SILATURAHMI, KONSOLIDASI ORGANISASI, DAN KHIDMAH KEPADA UMAT
Daftar Isi
  1. Turba sebagai Sarana Memperkuat Organisasi
  2. Meneguhkan Semangat Hari Santri Nasional 2026
  3. Menyongsong Harlah NU 2027 dengan Program Nyata
  4. Menjaga Tradisi, Memperkuat Kebersamaan
  5. Harapan untuk NU Driyorejo yang Lebih Berdaya
  6. Penutup

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 dan menyongsong Harlah Nahdlatul Ulama 2027

DRIYOREJO, GRESIK — Selasa, 13 Oktober 2026

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, melaksanakan kegiatan Turba (turun ke bawah) sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi, memperkuat konsolidasi organisasi, serta meningkatkan sinergi antara jajaran pengurus MWC NU dan pengurus ranting NU di tingkat dusun maupun desa.

Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Baitul Makmur, Sumpul Asri, ini merupakan momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan, menyerap aspirasi pengurus di tingkat akar rumput, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjalankan khidmah Nahdlatul Ulama kepada umat, bangsa, dan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Tim 2 Turba MWC NU Driyorejo bersilaturahmi dengan pengurus Ranting NU Dusun Sumpul Asri. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat persaudaraan, kebersamaan, dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Turba sebagai Sarana Memperkuat Organisasi

Turba bukan sekadar agenda kunjungan atau pertemuan formal, melainkan sarana strategis untuk memastikan bahwa gerakan organisasi NU berjalan secara terarah, terkoordinasi, dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Melalui kegiatan ini, jajaran MWC NU dapat melihat kondisi riil organisasi di tingkat ranting, mendengarkan masukan para pengurus, sekaligus memetakan potensi dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program keagamaan, sosial, pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

Penguatan komunikasi antara MWC NU dan ranting menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kesinambungan perjuangan organisasi. Dengan komunikasi yang baik, setiap program dapat dirancang berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, bukan hanya berdasarkan rencana administratif.

Meneguhkan Semangat Hari Santri Nasional 2026

Pelaksanaan kegiatan Turba ini juga menjadi bagian dari semangat menyambut Hari Santri Nasional 2026. Peringatan Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang kontribusi para ulama, kiai, santri, dan pesantren dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Nilai perjuangan santri tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui pengabdian sosial, penguatan pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, pemberdayaan ekonomi, serta kontribusi nyata bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Karena itu, semangat Hari Santri perlu diterjemahkan menjadi gerakan yang berkelanjutan. Para pengurus NU di semua tingkatan diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga kerukunan, memperkuat moderasi beragama, merawat tradisi keilmuan Islam, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Menyongsong Harlah NU 2027 dengan Program Nyata

Selain menjadi bagian dari semangat Hari Santri Nasional 2026, kegiatan Turba ini juga relevan dengan persiapan menyongsong Harlah Nahdlatul Ulama 2027.

Momentum tersebut dapat dijadikan kesempatan untuk melakukan evaluasi organisasi, memperkuat kaderisasi, meningkatkan kualitas pelayanan umat, dan menyusun program kerja yang lebih terukur.

MWC NU Driyorejo bersama seluruh pengurus ranting diharapkan terus mengembangkan program yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, antara lain:

  1. Penguatan kelembagaan dan kaderisasi, melalui pendataan pengurus, peningkatan kapasitas kader, serta pembinaan organisasi secara berkelanjutan.
  2. Penguatan pendidikan dan dakwah, melalui kegiatan pengajian, majelis taklim, pendidikan keagamaan, dan pengembangan generasi muda Nahdliyin.
  3. Pemberdayaan ekonomi umat, melalui pengembangan UMKM, koperasi, jaringan usaha warga NU, dan program kemandirian ekonomi.
  4. Pelayanan sosial dan kemanusiaan, melalui kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, santunan, bantuan kemanusiaan, serta penguatan solidaritas sosial.
  5. Penguatan administrasi dan digitalisasi organisasi, agar dokumentasi kegiatan, komunikasi, pendataan anggota, dan pelaporan program semakin tertib.
  6. Sinergi antar-lembaga dan badan otonom NU, sehingga potensi organisasi dapat bergerak bersama secara efektif sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Program-program tersebut perlu disesuaikan dengan hasil musyawarah, kebutuhan masyarakat, kemampuan organisasi, serta kebijakan NU pada setiap tingkatan.

Menjaga Tradisi, Memperkuat Kebersamaan

Nahdlatul Ulama memiliki kekuatan besar pada jaringan organisasi yang tumbuh hingga tingkat desa, dusun, masjid, musala, pesantren, dan komunitas masyarakat.

Kekuatan tersebut akan semakin bermakna apabila dibangun di atas semangat saling menghormati, gotong royong, keterbukaan, dan kesediaan untuk bekerja bersama.

Melalui Turba, pengurus MWC NU dan ranting dapat memperkuat hubungan personal sekaligus kelembagaan. Aspirasi yang muncul dalam pertemuan dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam menyusun langkah organisasi selanjutnya.

Kebersamaan juga perlu diwujudkan dalam pembagian tugas yang jelas, komunikasi yang teratur, serta komitmen untuk menjalankan hasil musyawarah secara bertanggung jawab.

Dengan demikian, organisasi tidak hanya kuat dalam struktur, tetapi juga hidup dalam pengabdian dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Harapan untuk NU Driyorejo yang Lebih Berdaya

Kegiatan Tim 2 Turba MWC NU Driyorejo di Ranting NU Dusun Sumpul Asri diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan untuk membangun organisasi yang solid, responsif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Silaturahmi yang terjalin diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut dalam komunikasi, pendampingan, kerja sama program, dan pelaksanaan kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

Seluruh pengurus, kader, dan warga Nahdliyin diharapkan terus menjaga nilai-nilai perjuangan NU dengan berpegang pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, menghormati para ulama, merawat persatuan, dan berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan prinsip bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan juga dari kualitas pengabdian, kekuatan persaudaraan, dan manfaat yang dapat dirasakan oleh umat.

Penutup

Turba Tim 2 MWC NU Driyorejo ke Ranting NU Dusun Sumpul Asri merupakan momentum untuk memperkuat silaturahmi, membangun komunikasi organisasi, dan meneguhkan komitmen khidmah Nahdlatul Ulama.

Dengan semangat Hari Santri Nasional 2026 dan menyongsong Harlah NU 2027, diharapkan seluruh jajaran NU di Kecamatan Driyorejo semakin solid, mandiri, dan mampu menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Bersama Ulama, Meneguhkan Aswaja, Memperkuat Organisasi, Mengabdi untuk Umat dan Bangsa.

MWC NU Driyorejo — Khidmah, Kebersamaan, dan Kemanfaatan.


Keterangan foto: Tim 2 Turba MWC NU Driyorejo berfoto bersama dalam kegiatan silaturahmi dan konsolidasi dengan pengurus Ranting NU Dusun Sumpul Asri, bertempat di Masjid Baitul Makmur, Selasa, 13 Oktober 2026.

Tagar publikasi:

#MWCNUDriyorejo #NUDriyorejo #TurbaMWCNU #Tim2Turba #RantingNUSumpulAsri #HariSantri2026 #HarlahNU2027 #NahdlatulUlama #KhidmahNU #SantriUntukNegeri

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *