Siaran Pers
Kenali Potensi, Siapkan Karier: 650 ASN Kota Mojokerto Ikuti ProASN
Kota Mojokerto, lintaswarta.com 15 September 2026 – Pemerintah Kota Mojokerto kembali melaksanakan Profiling ASN melalui Program ProASN sebagai bagian dari tahapan penerapan manajemen talenta di lingkungan pemerintah daerah.
Kegiatan ProASN dilaksanakan selama tiga hari yaitu mulai 14–16 September 2026, dan diikuti oleh 650 ASN Pemerintah Kota Mojokerto mulai dari jabatan fungsional sampai pelaksana/ satff, yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kota Mojokerto dan SMP Negeri 4 Kota Mojokerto. Pelaksanaan dibagi menjadi dua sesi setiap harinya untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti proses pemetaan dengan tertib.
Adapun kompetensi yang dipetakan meliputi kompetensi manajerial, kompetensi sosiokultural, literasi digital, serta preferensi karier. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan, profiling bukan merupakan tujuan akhir, melainkan salah satu tahapan untuk melengkapi data dalam sistem manajemen talenta ASN.
“Ada kegiatan profiling ASN dalam rangka memenuhi tahapan terkait dengan manajemen talenta yang sudah kita expose beberapa waktu lalu di BKN Republik Indonesia. Jadi, bukan pada profilingnya, profiling itu adalah tahapan untuk mengisi komponen yang ada pada manajemen talenta,” jelas Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.
Menurutnya, penerapan manajemen talenta akan memberikan kemudahan bagi Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam melakukan penataan sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.
“Manajemen talenta ini akan memudahkan bagi saya selaku PPK, Pejabat Pembina Kepegawaian, dalam rangka menata SDM di internal Pemerintah Kota Mojokerto,” tuturnya.
Ning Ita menjelaskan, sebelum penerapan manajemen talenta, proses pengisian jabatan tertentu, termasuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), membutuhkan keterlibatan pihak eksternal melalui panitia seleksi. Dengan adanya manajemen talenta, Pemkot Mojokerto nantinya memiliki talent pool yang memuat pemetaan potensi dan kompetensi ASN.
“Dengan diterapkannya sistem meritokrasi atau manajemen talenta ini, kita akan memiliki talent pool. Ada satu sampai dengan delapan box yang sudah terisi. SDM-SDM yang unggul tentu harus masuk di box yang paling tinggi,” terangnya.
Keberadaan talent pool tersebut, lanjut Ning Ita, akan menjadi basis data dalam proses kaderisasi di lingkungan pemerintahan. Pemerintah dapat mengetahui kompetensi dan potensi masing-masing ASN sehingga pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan secara lebih terarah.
“Kita akan punya basis data untuk kaderisasi di dalam organisasi pemerintahan ini. Siapa punya kompetensi apa, nanti akan kita kader pada jabatan apa. Kompetensinya bisa kita lihat dari talent pool melalui manajemen talenta ini,” kata Ning Ita.
Penerapan manajemen talenta juga memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan karier ASN. Pemetaan melalui talent pool akan memberikan gambaran mengenai potensi masing-masing pegawai dan menjadi salah satu dasar dalam pengembangan karier sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ini adalah sebuah sistem yang dibangun oleh pemerintah untuk memberikan kesempatan bagi ASN berlomba-lomba secara sehat. Menunjukkan kompetensi yang dimiliki agar bisa menduduki jenjang karier yang lebih tinggi dengan berlomba secara sehat,” pungkasnya.(Hab)
