Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Pemkab Mojokerto Tingkatkan Kapasitas Vertical Rescue
Mojokerto,lintaswarta.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di wilayah dengan medan ekstrem. Salah satunya melalui Latihan Gabungan Peningkatan Kapasitas Vertical Rescue yang digelar di Air Terjun Caban Cawang, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Rabu (2/9) pagi.
Latihan gabungan tersebut mempertemukan puluhan personel Pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto bersama para relawan kebencanaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapan tim dalam melakukan penyelamatan di medan vertikal seperti tebing dan jurang.
Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian, saat membuka kegiatan menyampaikan, kondisi geografis Kabupaten Mojokerto yang memiliki kawasan dataran tinggi dan pegunungan memberikan potensi besar bagi pengembangan destinasi wisata alam. Namun, potensi tersebut juga perlu diimbangi dengan kesiapan menghadapi risiko bencana dan kondisi kedaruratan.
“Keahlian khusus seperti vertical rescue bukanlah sekadar pelengkap pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak dan standar wajib yang harus kita penuhi,” tegasnya.
Menurut Wabup, kesiapan personel penyelamat menjadi hal penting seiring dengan upaya pemerintah daerah mendorong eksplorasi potensi wisata alam di Kabupaten Mojokerto. Faktor keselamatan, lanjutnya, harus menjadi perhatian utama agar masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati destinasi wisata dengan rasa aman.
“Kita tidak berharap musibah terjadi, namun kesiapan tim penyelamat harus menjadi jaminan utama sebelum kita mengekspos keindahan alam Mojokerto kepada publik luas. Wisatawan harus merasa aman saat berkunjung ke wilayah kita,” ujarnya.
Melalui latihan tersebut, Pemkab Mojokerto berkomitmen meningkatkan kapasitas personel BPBD dan relawan, baik dari sisi keterampilan teknis, kemampuan taktis maupun profesionalitas dalam penanganan kondisi darurat.
Wabup menjelaskan, proses evakuasi pada medan vertikal membutuhkan ketelitian, ketahanan fisik serta penguasaan peralatan yang baik. Sebab, kesalahan dalam pelaksanaan penyelamatan dapat berisiko terhadap keselamatan korban maupun personel penyelamat.
“Evakuasi di medan vertikal membutuhkan ketelitian tinggi, ketahanan fisik yang prima, dan penguasaan alat yang tanpa celah karena taruhannya adalah nyawa,” ungkapnya.
Selain peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemerintah daerah juga memastikan dukungan terhadap sarana dan prasarana keselamatan. Menurutnya, kemampuan personel di lapangan harus diimbangi dengan ketersediaan peralatan operasional yang memadai dan memenuhi standar keamanan.
“Personel yang hebat harus ditunjang oleh peralatan operasional yang memadai dan aman,” jelasnya.
Wabup juga berpesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti latihan dengan disiplin sekaligus mengutamakan keselamatan selama kegiatan berlangsung. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarrelawan dalam membangun sistem penanganan bencana yang semakin tangguh.
“Sinergi dan kolaborasi yang erat antarorganisasi relawan di Kabupaten Mojokerto adalah kunci utama keberhasilan penanganan bencana di lapangan,” pungkasnya.
Latihan Gabungan Peningkatan Kapasitas Vertical Rescue tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Mojokerto. Kegiatan diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan BPBD dan relawan dalam menghadapi berbagai kondisi kedaruratan sekaligus mendukung pengembangan wisata alam yang aman di Kabupaten Mojokerto. (Hab)
